Empat Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok Masih Dicari, Satu Penumpang Pulang karena Batal Naik
LEMBAR — Tim SAR Gabungan masih memburu empat penumpang yang belum ditemukan pascakebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. Kepastian itu menyusul laporan keluarga bahwa Ratu Agung Sekar Ayu, yang sempat masuk daftar pencarian, telah pulang ke rumah dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyebut Ratu Agung tercatat dalam manifes karena sempat membeli tiket, tetapi batal berlayar dengan KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus. Ia justru berangkat lebih awal menggunakan KMP Surya 777 pada 9 Agustus.
Empat WNI Masih Hilang, Berikut Identitasnya
Dengan terkonfirmasinya keselamatan Ratu Agung, jumlah korban yang dicari kini tersisa empat orang. Seluruhnya Warga Negara Indonesia (WNI) dengan rincian sebagai berikut:
- Yasir Arafat (37) — asal Mataram
- Selvina Rambu Mayi (28) — asal Sumba
- I Made Sutarjana (55) — asal Denpasar
- Slamet Yulianto (41) — asal Denpasar
Area Pencarian Meluas, Helikopter Dikerahkan
Pencarian pada hari ketiga ini memperluas jangkauan ke arah barat daya, selatan, dan timur lokasi kejadian. Tim gabungan mengerahkan KN SAR 220 Mataram, KAL Belongas, dan KAL Lembar untuk menyisir perairan, sementara Helikopter SGi Air Bali dibantu Finns Search And Rescue melakukan pemantauan dari udara.
“Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada, baik personel, alut laut maupun udara, dengan membagi sektor pencarian secara terarah. Sinergi lintas sektoral ini sangat krusial untuk mempercepat penemuan korban di tengah tantangan kondisi perairan,” ujar Muhamad Hariyadi.
Kendala Arus dan Visibilitas di Selat Lombok
Hingga pukul 15.00 WITA, dua kapal yang kembali ke Pelabuhan Lembar belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi sempat dihentikan sementara pada Jumat sore dan akan dilanjutkan kembali Sabtu (16/8/2026) pagi untuk memfokuskan pencarian di titik-titik yang belum terjangkau.
Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Mayor Jenderal TNI (Mar) Edy Prakoso, turun langsung memantau jalannya operasi dari Posko SAR di Pelabuhan Lembar. Ia memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal, termasuk dengan DVI Biddokkes Polda NTB untuk proses identifikasi jika korban ditemukan.
Unsur SAR yang Terlibat
Operasi ini melibatkan Kantor SAR Mataram dan Denpasar, Lanal Mataram, Ditpolair Polda NTB, KSOP Lembar, Gapasdap, serta sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Lombok Barat. Armada tambahan seperti KMP Portlink II, KMP Parama Kalyani, dan kapal polisi KP XXI-2015 juga dikerahkan untuk mempercepat penyisiran.