Breaking

Hubungan Yamaha dan Quartararo Retak, Pembalap Prancis Tolak Kembangkan M1

RE
Selasa, 01 September 2026
Hubungan Yamaha dan Quartararo Retak, Pembalap Prancis Tolak Kembangkan M1
Fabio Quartararo menolak terlibat dalam pengembangan motor Yamaha M1 untuk masa depan.

NAVIGASI.CO.ID — Ketegangan antara Fabio Quartararo dan Yamaha muncul ke permukaan menjelang akhir musim 2025. Pebalap berjuluk El Diablo itu menegaskan tidak bersedia terlibat dalam pengembangan M1 untuk masa depan, setelah merasa diperlakukan tidak adil oleh tim pabrikan asal Jepang tersebut. Kondisi ini membuat perpisahan keduanya setelah bertahun-tahun bekerja sama berpotensi berakhir dengan catatan kurang harmonis.

Kekecewaan yang Berujung Penolakan

Quartararo sebenarnya mengaku ingin membantu Yamaha. Namun, rasa kecewa muncul karena ia tidak diajak dalam pengujian prototipe M1 bermesin 850 cc. Padahal, pebalap yang musim depan bergabung dengan Repsol Honda itu masih terikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir musim ini.

"Untuk masa depan, saya tidak dalam posisi untuk membantu. Dan karena alasan pribadi, saya tidak ingin membantu (Yamaha)," ujar Quartararo seperti dikutip dari GPOne.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Quartararo merasa Yamaha tidak memberi kesempatan yang adil untuk ikut mengembangkan motor generasi berikutnya, terutama di masa transisi menuju regulasi baru MotoGP 2027.

Ujian di Red Bull Ring yang Memicu Sengketa

Salah satu pemicu utama kekesalan Quartararo adalah penolakan Yamaha saat ia ingin mengikuti tes di Red Bull Ring, Austria, pada September lalu. Ia ingin mempelajari ban Pirelli yang akan dipakai MotoGP mulai 2027, tetapi keinginannya itu ditolak.

"Untuk memperjelas, sebenarnya--saya tidak tahu apakah boleh mengatakannya--tapi saya akan mengatakannya juga: saya ingin mengikuti tes di Austria. Namun sayangnya, Yamaha tidak ingin saya mengendarai motor (baru) dengan ban Pirelli," jelas rider asal Prancis tersebut.

Padahal, kesempatan itu sangat berharga bagi Quartararo untuk beradaptasi dengan ban baru. Penolakan Yamaha ini membuatnya semakin yakin bahwa kontribusinya tidak lagi dihargai.

Peran Quartararo dalam Transisi Mesin V4

Musim 2025 menjadi periode yang tidak mudah bagi Quartararo. Ia diminta membantu pengembangan mesin V4 yang sedang dipersiapkan Yamaha untuk menghadapi regulasi baru 2027. Mesin empat silinder segaris yang selama ini menjadi andalan M1 mulai ditinggalkan secara bertahap.

Namun, kondisi ini cukup ironis. M1 dengan mesin empat silinder segaris masih mampu membuat Quartararo tampil kompetitif, terutama di sesi kualifikasi. Bahkan, ia nyaris meraih kemenangan di MotoGP Silverstone 2025.

Dengan kepindahannya ke Honda, Quartararo berharap bisa menjalani musim 2026 dengan motor yang sudah ia kenal baik. Ia tidak ingin menghabiskan waktu mengembangkan proyek yang tidak lagi menjadi bagian dari masa depannya.

Beban Yamaha Menghadapi Musim 2026

Sikap Quartararo ini menjadi situasi pelik bagi Yamaha. Pabrikan berlambang garpu tala itu membutuhkan data sebanyak mungkin untuk pengembangan M1. Pada 2027, hanya Toprak Razgatlioglu yang bertahan sebagai pebalap reguler hasil pengembangan internal, sementara Jorge Martin, Ai Ogura, dan Izan Guevara merupakan rekrutan baru yang belum sepenuhnya mengenal M1.

Kehilangan kontribusi Quartararo dalam pengembangan motor jelas bukan kabar baik. Apalagi, ia adalah pebalap yang paling memahami karakter M1 saat ini, setidaknya hingga akhir musim 2025.

Hubungan yang dulu harmonis dan penuh prestasi ini kini diwarnai perselisihan. Perpisahan Quartararo dengan Yamaha pun dipastikan tidak akan semanis kenangan manis saat ia merebut gelar juara dunia pada 2021.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua