Teknologi Konstruksi Modern Jadi Andalan Percepat Perbaikan

Penulis: Redaksi
Kamis, 17 September 2026 | 18:38:02 WIB

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan kerusakan infrastruktur nasional kini berada dalam mode kejar waktu.

Percepatan perbaikan fasilitas publik, mulai dari perbaikan jalan utama hingga sarana pengairan, tidak boleh lagi tertunda agar dampaknya tidak melumpuhkan aktivitas sosial dan perekonomian warga.

Hal tersebut ditegaskan Dody saat melakukan evaluasi nasional mengenai progres perbaikan infrastruktur di berbagai daerah.

Ia meminta seluruh jajarannya bekerja dengan intensitas tinggi dan meninggalkan kebiasaan menunda pekerjaan yang sifatnya mendesak.

"Setiap detik yang terbuang dalam memperbaiki infrastruktur rusak berarti menahan mobilitas masyarakat dan membebani ekonomi warga. Kita sedang mengejar waktu, tidak ada alasan untuk memperlambat pekerjaan di lapangan," ujar Dody Hanggodo,Rabu (17/9/2026).

Dody menjelaskan, Kementerian PU telah menyusun skala prioritas untuk memetakan titik-titik kerusakan yang paling membutuhkan penanganan cepat.

Fokus utama diarahkan pada jalur distribusi logistik dan infrastruktur pendukung ketahanan pangan yang mengalami kerusakan parah.

Untuk memangkas waktu pengerjaan, ia memerintahkan penambahan jam kerja serta optimalisasi penggunaan teknologi konstruksi modern yang lebih efisien.

Kendati demikian, Dody mengingatkan bahwa target waktu yang ketat tidak boleh mengorbankan kualitas mutu bangunan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan berlapis secara berkala agar tidak ada proyek yang mangkrak atau mengalami keterlambatan tanpa alasan jelas.

Para kepala balai di tingkat daerah diminta turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh target fisik tercapai tepat waktu.

Dody optimistis, lewat komitmen penuh seluruh jajaran dan skema kerja yang responsif, target pemulihan berbagai kerusakan infrastruktur dapat selesai sesuai tenggat yang ditetapkan demi mendukung mobilitas serta kesejahteraan masyarakat secara optimal.

Reporter: Redaksi