LOBAR — Tiga universitas Filipina mengirim delegasi ke Lombok Barat dalam rangkaian pengabdian masyarakat UNBIM Mataram. Ketiganya adalah Wesleyan University, Our Lady of Fatima University, dan Arellano University. Tiga profesor asal Filipina turut hadir mengawal seluruh kegiatan.

Dari kampus lokal, UNBIM menggandeng Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), Akademi Kebidanan Lombok Raya, Universitas Samawa (Unsa), serta Politeknik Muhammadiyah Dahlan Bima. Dosen dan mahasiswa dari masing-masing kampus hadir menyukseskan program tersebut.

Mengapa Pantai Batas Senja 2 Dipilih Jadi Lokasi Pengabdian

Pantai Batas Senja 2 dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan pesisir itu menyimpan potensi pariwisata besar, tetapi belum terekspos maksimal ke tingkat nasional maupun internasional.

Pantainya landai, bersih, dan asri—daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan. Warga dan pedagang setempat dikenal ramah, sementara lingkungannya tertib tanpa gangguan pengamen.

"Sehingga sangat potensial tetapi belum tereksplorasi dengan baik," jelas Rektor UNBIM Mataram, Dr. apt. Ajeng Dian Pertiwi.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Beach Clean-up di Sepanjang Garis Pantai

Rangkaian pengabdian internasional ini mengusung dua agenda utama: kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Pertama, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 150 warga Desa Kuranji Dalang.

Kedua, aksi beach clean-up di sepanjang garis pantai untuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan sekitar. Kedua agenda dijalankan bersamaan oleh mahasiswa dan dosen dari kampus Indonesia maupun Filipina.

"Kesehatan dan kepedulian lingkungan merupakan satu linearitas yang tidak saling meninggalkan. Kalau sehat berarti lingkungannya harus sehat, dan kalau lingkungan bersih maka kesehatan juga menunjang," papar Ajeng.

Akademisi Filipina Pelajari Model Tata Kelola Pesisir Kuranji Dalang

Keindahan dan keunikan tata kelola pesisir Kuranji Dalang memberi inspirasi bagi akademisi Filipina. Tradisi pengabdian masyarakat yang terintegrasi langsung dengan pemberdayaan pesisir dinilai sebagai model pembelajaran yang ingin diadopsi di negara mereka.

Dekan Our Lady of Fatima University, Dr. Jose Jurel M. Nuevo, mengaku kagum dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemanan sudah lama terjalin dengan pendiri UNBIM, Dr. Syamsuriansyah, sejak tergabung dalam ASEAN Association of Schools of Medical Technology (AASMT).

"Jadi kami terus berkomunikasi dengan Dr. Syam mengenai bagaimana kampus di Filipina seperti kami bisa membantu mereka, dan bagaimana kampus di Indonesia juga bisa membantu Filipina. Begitulah cara kami menjalin hubungan dengan Universitas Bima Internasional. Dulu namanya Politeknik Medika Farma Husada Mataram, saya masih ingat itu. Dan sekarang sudah menjadi universitas," terangnya.

Bukan Program Pertama, UNBIM Sebelumnya Kirim KKN Internasional ke 24 Desa

Pengabdian masyarakat internasional ini bukan yang pertama digelar UNBIM Mataram. Program ini merupakan agenda rutin institusi untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memberi dampak langsung kepada masyarakat luas.

Awal tahun ini, UNBIM sukses melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional bekerja sama dengan perguruan tinggi asal Malaysia. Program itu melibatkan 23 mahasiswa Malaysia yang disebar di 24 desa di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Bagi Rektor UNBIM, kegiatan di Kuranji Dalang menandai pertama kalinya pengabdian internasional digelar di desa tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa atas dukungan yang diberikan sepanjang acara.

"Ini pertama kali dilaksanakan pengabdian internasional di Kuranji Dalang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa atas dukungannya," terang Ajeng kepada awak media di sela acara.

Penutupan agenda pengabdian masyarakat di akhir tahun ini menjadi penegas komitmen UNBIM dalam merealisasikan visi internasionalisasi kampus yang bermanfaat nyata bagi pembangunan daerah. Jaringan kemitraan antarkampus terus dibangun untuk mendorong sinergi dalam ranah Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Reporter: Redaksi