PRAYA — Sembilan pembalap yang dikonfirmasi tiba di Lombok itu adalah Alex Rins, Enea Bastianini, Francesco Bagnaia, Jack Miller, Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Maverick Vinales, Raul Fernandez, dan Toprak Razgatlioglu. Mereka datang dari berbagai negara untuk mengikuti balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.

Begitu keluar dari area kedatangan BIZAM, para riders langsung disuguhi tabuhan Gendang Beleq — kesenian tradisional Lombok yang dikenal enerjik dan semarak. Alunan Genggong khas Sasak mengiringi sepanjang jalur penyambutan.

Barisan masyarakat berpakaian adat Lombok dan Sumbawa berdiri menyambut para pembalap. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus gambaran keberagaman budaya NTB.

Gendang Beleq dan Genggong Jadi Pembuka Rangkaian MotoGP Mandalika

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, menyebut penyambutan berunsur budaya ini sengaja dirancang untuk memperkenalkan identitas daerah ke panggung internasional.

"Melalui momentum MotoGP ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTB tidak hanya memiliki sirkuit berkelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri," ujar Ahmad Nur Aulia.

Ia menambahkan, penyambutan lewat Genggong, Gendang Beleq, serta barisan warga berpakaian adat merupakan wujud identitas dan keramahan masyarakat NTB dalam menyambut tamu dari berbagai negara.

MotoGP Jadi Etalase Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB

Ahmad Nur Aulia menilai MotoGP bukan sekadar ajang olahraga internasional. Menurutnya, event ini menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

"Kita ingin para riders, kru, dan seluruh tamu yang datang tidak hanya merasakan atmosfer balap MotoGP, tetapi juga mendapatkan pengalaman tentang budaya dan keramahan masyarakat Lombok dan Sumbawa," katanya.

Dampak yang diharapkan menyentuh sektor akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, hingga atraksi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Ia berharap momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai etalase produk ekonomi kreatif NTB bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Perpaduan Sport Tourism dan Budaya Lokal

Penyambutan dengan Genggong, Gendang Beleq, dan pakaian adat Lombok-Sumbawa disebut sebagai simbol perpaduan antara sport tourism dan kekayaan budaya lokal. Kehadiran event olahraga kelas dunia ini diharapkan memperkuat posisi NTB sebagai destinasi pariwisata dan sport tourism unggulan Indonesia.

Dengan dimulainya kedatangan para pembalap, atmosfer MotoGP 2026 di Lombok kian terasa. Tamu yang datang tidak hanya menyaksikan persaingan di lintasan, tetapi juga diajak mengenal lebih dekat kekayaan alam, budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat NTB.

Reporter: Redaksi