Gedung Baru DPRD NTB di Mataram Tembus Rp 250 Miliar, Desain Tiga Etnis hingga Panel Surya Disiapkan
MATARAM — Pembangunan gedung baru DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki babak persiapan akhir dengan target penyelesaian konstruksi pada Desember 2027. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB menyebut anggaran proyek ini membengkak menjadi Rp 250 miliar dari rencana awal yang hanya untuk konstruksi bangunan.
Kepala Dinas PUPRKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengungkapkan tambahan anggaran sekitar Rp 50 miliar merupakan hasil kajian teknis agar gedung dewan yang baru bisa langsung difungsikan setelah pembangunan fisik selesai. "Usulan awal untuk konstruksi gedungnya saja sekitar Rp 200-an miliar. Tapi tadi ada masukan agar diupayakan sekalian untuk kebutuhan mebeler di dalam gedung, diperkirakan sekitar Rp 50 miliar. Namun angka ini sifatnya masih usulan," ujarnya, kemarin.
Desain Gedung: Perpaduan Budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo
Gedung yang akan menjadi ruang kerja 65 anggota dewan ini dirancang setinggi lima lantai. Satu lantai basement disiapkan khusus untuk area parkir, sementara empat lantai di atasnya difungsikan untuk ruang kerja dan kegiatan legislatif.
Desain interior maupun eksterior bangunan mengusung kearifan lokal yang mewakili tiga etnis besar di NTB, yakni Sasak, Samawa, dan Mbojo. Selain itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan arahan agar gedung ini mengusung konsep green building yang hemat energi.
"Pak Gubernur minta disiapkan penggunaan panel surya untuk efisiensi operasional listrik dan air. Gedung ini juga diintegrasikan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lantai bawah untuk mendukung era kendaraan listrik," jelas Wijaya.
Fitur Keamanan: Tahan Gempa hingga Ruang Aspirasi Anti-Rusuh
Dari aspek konstruksi, gedung DPRD NTB yang baru dirancang tahan gempa dengan instalasi kabel tersembunyi. Area luar bangunan akan dilengkapi taman luas serta kolam retensi yang berfungsi ganda sebagai pengendali drainase dan cadangan air untuk pemadam kebakaran.
Khusus untuk ruang aspirasi atau tempat penerimaan demonstran, desainnya sengaja dibuat agak jauh dari jalan utama. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kerusuhan saat aksi massa berlangsung.
Jadwal Proyek: Lelang Digelar Akhir 2026, Fisik Rampung 2027
Saat ini progres pembangunan gedung DPRD NTB masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Seluruh dokumen DED ditargetkan rampung pada September mendatang.
"Begitu DED selesai, proyek akan langsung masuk ke tahap pengadaan melalui mekanisme lelang yang ditargetkan mulai Oktober atau November 2026," jelasnya.
Pembangunan gedung berlantai lima dari anggaran APBN ini dikerjakan melalui skema single year. Penandatanganan kontrak konstruksi diharapkan bisa dilakukan Januari 2027, dengan pekerjaan fisik diperkirakan memakan waktu 11 bulan sehingga Desember 2027 sudah selesai.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses serah terima bangunan dan pemanfaatan gedung DPRD NTB yang baru dapat direalisasikan pada awal 2028.