Duel Papan Atas KONI NTB: Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Resmi Daftar, Tantang Mori Hanafi di Musorprov 2026

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua KONI NTB di Mataram, Jumat (14/8).
Penulis: Yoga
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:03:01 WIB

MATARAM — Pertarungan memperebutkan kursi pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB memasuki babak baru. Gubernur Lalu Muhamad Iqbal resmi menyerahkan berkas pendaftaran pada Jumat (14/8), seusai menunaikan salat Jumat. Ia datang didampingi Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska dan Ketua FPTI NTB Nadirah.

Berkas tersebut kini tengah diverifikasi oleh Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP). Iqbal memilih mendaftar di penghujung waktu lantaran ingin memenuhi persyaratan administratif terlebih dahulu.

"Kan batas terakhirnya hari ini. Jadi kita penuhi persyaratannya saja dulu," kata Iqbal.

Dua Kandidat dengan Modal Berbeda

Mori Hanafi datang dengan pengalaman panjang di organisasi olahraga dan pemahaman mendalam soal dinamika cabang olahraga. Sementara Iqbal membawa kapasitas sebagai gubernur dengan ruang koordinasi luas bersama pemerintah dan pemangku kepentingan.

Meski demikian, hasil akhir tidak ditentukan oleh jabatan atau popularitas. Suara pemilik hak suara dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB menjadi penentu tunggal.

Setiap klaim dukungan dari kedua kubu tetap harus dibuktikan. Angka dukungan yang beredar belum menjadi skor akhir sebelum Musorprov benar-benar digelar.

Strategi Tim Pemenangan di Balik Layar

Di luar kedua kandidat, tim pemenangan masing-masing kubu mulai bekerja memetakan kekuatan. Mereka membaca konfigurasi dukungan dari cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota, membangun komunikasi, serta menentukan momentum yang tepat.

Pertarungan sesungguhnya justru terjadi di level ini. Tim yang mampu membaca peta suara, melakukan konsolidasi paling kuat, dan mengubah dukungan menjadi suara nyata di Musorprov akan keluar sebagai pemenang.

PON 2028: Target Besar yang Menyatukan

Di tengah meningkatnya tensi persaingan, Iqbal justru berusaha menurunkan suhu politik organisasi. Ia menegaskan kontestasi harus berlangsung damai dan menjaga persatuan.

"Pokoknya ini damai. Ini berjalan dengan lancar, baik-baik. Semangatnya harus sama," ujarnya.

Iqbal menambahkan, siapa pun yang terpilih nanti harus memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan prestasi olahraga NTB dan mempersiapkan daerah menghadapi PON 2028.

"Semangatnya untuk memastikan kita di PON 2028 bisa menjadi tuan rumah yang baik dan berhasil, dan juga nanti prestasinya meningkat," katanya.

Adu Program, Bukan Sekadar Adu Dukungan

Publik olahraga NTB semestinya menguji kedua kandidat melalui program kerja yang ditawarkan. Beberapa pertanyaan krusial layak diajukan: berapa target medali NTB di PON 2028, cabang olahraga mana yang menjadi prioritas, dan bagaimana pembinaan atlet muda dilakukan.

Persoalan kesejahteraan atlet dan pelatih, sistem penghargaan bagi atlet berprestasi, hingga tata kelola serta transparansi anggaran KONI juga menjadi isu yang tidak boleh dilewatkan.

Kontestasi kali ini bukan sekadar soal siapa yang membawa rombongan terbesar saat mendaftar. Ukuran keberhasilan seorang ketua terpilih adalah kemampuannya membangun prestasi olahraga NTB dalam empat tahun ke depan.

Reporter: Yoga