Gempa M7,7 Guncang Bima, 4 Rumah Rusak dan Gudang Bulog Ikut Terdampak
BIMA — Getaran gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores turut dirasakan kuat oleh warga di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan pemutakhiran BPBD Provinsi NTB, dampak kerusakan tersebar di dua wilayah administratif, yakni Kota Bima dan Kabupaten Bima.
Di Kota Bima, dua unit rumah dilaporkan rusak. Satu rumah di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, mengalami rusak sedang, sementara satu rumah lainnya di Kelurahan Panggi mengalami rusak ringan.
Gudang Bulog dan Plafon Masjid Ikut Rusak
Bukan hanya rumah warga, gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum. Bagian dinding Gudang Bulog di Kota Bima dilaporkan rusak hingga menyebabkan sejumlah karung beras di dalam gudang berjatuhan. Selain itu, kerusakan terjadi pada bagian plafon Masjid Hotel Mutmainnah.
Sementara itu, di Kabupaten Bima, dua rumah warga mengalami rusak ringan. Masing-masing berlokasi di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, dan Desa Lambu, Kecamatan Lambu.
Warga Lansia di Wera Alami Luka Ringan
Dampak gempa turut dirasakan seorang warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera. Fajar (60) dilaporkan mengalami luka ringan berupa lecet pada bagian kaki akibat kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A. Faruk, mengatakan kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum masih aman dan terkendali. Meski demikian, proses pendataan dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lain yang belum teridentifikasi.
“Alhamdulillah, kondisi masyarakat saat ini aman dan terkendali. Namun, kami tetap melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk memastikan seluruh dampak gempa dapat teridentifikasi,” kata Faruk.
Dipicu Sesar Naik Flores Back-Arc Thrust
Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di koordinat 8,41° Lintang Selatan dan 121,39° Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.
BMKG menyebut gempa tersebut dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan akibat gempa ini telah dinyatakan berakhir.
TRC Diterjunkan, Warga Diminta Waspada Gempa Susulan
Pasca kejadian, BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima, BPBD Kota Bima, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Tim Reaksi Cepat (TRC) dari kedua BPBD daerah telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dampak gempa di lapangan.
Personel TNI/Polri, Tim TGC Desa Sangiang, serta aparatur kelurahan dan kecamatan turut terlibat dalam penanganan dan pemantauan kondisi masyarakat. BPBD juga menyiapkan kebutuhan dukungan logistik bagi warga terdampak, seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.
Faruk mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan, serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan,” ujarnya.
Hingga pukul 11.00 WIB, BMKG masih memantau aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah serta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan atau dampak lain akibat gempa.