Gempa M 7,7 di NTT Terasa Hingga Kota Bima, Gudang Bulog dan Rumah Warga di Rabangodu Selatan Rusak

Dinding Gudang Bulog di Kota Bima rusak akibat gempa M 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, pada Sabtu (tanggal).
Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:33:01 WIB

KOTA BIMA — Guncangan gempa dahsyat M 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, tidak hanya dirasakan warga setempat. Di Kota Bima, NTB, dampaknya nyata: satu rumah warga rusak, dinding Gudang Bulog ambrol, dan plafon Masjid Hotel Mutmainnah ikut rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bima, A Faruk, mengatakan gempa yang terjadi pukul 05.58 WITA itu memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan di sejumlah titik. “Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat satu unit rumah mengalami rusak sedang di wilayah Rabangodu Selatan RT 03 RW 01 akibat guncangan gempa bumi,” ujarnya di Mataram, Sabtu.

Dinding Gudang Bulog Jebol, Beras Berjatuhan

Kerusakan paling signifikan terjadi di Gudang Bulog. Bagian dinding bangunan dilaporkan rusak parah, menyebabkan sejumlah karung beras yang tersimpan di dalamnya berjatuhan. Selain itu, plafon Masjid Hotel Mutmainnah juga mengalami kerusakan akibat getaran.

Tim BPBD saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi lapangan. “Hingga saat ini laporan masih disusun, pendataan, dan pemantauan terhadap dampak gempa masih dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kerusakan atau dampak lainnya,” kata Faruk.

Koordinasi dengan Relawan dan Camat Setempat

Petugas telah berkoordinasi dengan Tim Relawan Kebencanaan di tingkat kelurahan untuk meninjau langsung lokasi kejadian. Kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan ketat menyusul potensi gempa susulan.

“Kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan, sementara pendataan, dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa,” jelas Faruk.

Logistik Darurat yang Dibutuhkan Warga Terdampak

BPBD Kota Bima menyiapkan dukungan logistik bagi warga terdampak. Kebutuhan mendesak yang diprioritaskan meliputi makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.

“Pemenuhan kebutuhan logistik akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan perkembangan kondisi warga terdampak di lapangan,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan segera melapor ke pihak kelurahan atau BPBD setempat apabila menemukan kerusakan bangunan di lingkungannya.

Reporter: Tsaniyatun Nafiah