80 Persen PMI dari NTB, PT Wira Karitas Kunci 100 Ribu Kuota Malaysia dan Garap Pasar Eropa

PT Wira Karitas mencatat 80 persen penempatan Pekerja Migran Indonesia dari NTB, dengan total lebih dari 1.500 orang.
Penulis: Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:47:02 WIB

MATARAM — PT Wira Karitas bersama Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) mempercepat ekspansi pasar kerja internasional. Langkah ini ditempuh untuk mengamankan ribuan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya putra-putri asal Nusa Tenggara Barat (NTB), di Malaysia, Turki, hingga kawasan Eropa Timur dan Eropa Barat.

Data internal perusahaan menunjukkan, Lombok menjadi basis penempatan nomor satu. Dari total 1.700 tenaga kerja yang telah dikirim ke mancanegara melalui jaringannya, sebanyak 80 persen atau lebih dari 1.500 PMI merupakan warga NTB.

Rekam Jejak 35 Tahun dan Komitmen Tata Kelola

PT Wira Karitas konsisten beroperasi di Lombok selama 24 tahun sejak tahun 2000. Rekam jejak ini disokong tata kelola profesional selama 35 tahun. Komitmen tersebut menjadi bukti keberangkatan PMI secara legal, teratur, dan transparan.

Sekretaris Jenderal APJATI sekaligus Direktur PT Wira Karitas, Maria Ginting, menegaskan posisi krusial NTB dalam peta penempatan tenaga kerja nasional.

“Dari seluruh jaringan cabang kami di Indonesia, NTB adalah nomor satu. Sebanyak 80 persen penempatan kami berasal dari Bumi Gora. Kami konsisten menerapkan sistem instruksi satu arah dan payroll terpusat tanpa menyewakan PT atau join partner. Karena bagi kami nama baik dan legacy jauh lebih penting daripada sekadar mencari keuntungan,” ujarnya, Rabu, 19 Agustus 2026.

Agenda Business Matching di Malaysia dan Turki

Peluang terdekat yang dikejar adalah pasca-pengalihan kewenangan kuota kerja di Malaysia dari Kemendagri ke Kementerian Sumber Daya Manusia. Pengalihan ini menyisakan potensi besar sekitar 100.000 kuota kerja yang siap diserap oleh tenaga kerja Indonesia.

Untuk mengeksekusi peluang tersebut, APJATI akan memboyong 70 perusahaan P3MI dalam ajang business matching di Malaysia pada 6 – 7 September mendatang. Hari pertama fokus untuk konsolidasi antar-agensi. Hari kedua targetnya mempertemukan P3MI dengan perusahaan-perusahaan pengguna di Malaysia.

Misi ekspansi berlanjut ke Turki pada 2 Oktober. Agenda ini untuk meluncurkan program bagi lulusan SMK dan D3 Global dengan memanfaatkan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Perawat Terampil ke Jerman dan Ekspansi Eropa

Pada 5 hingga 15 Oktober, misi dilanjutkan ke Eropa dengan menyasar Albania, Portugal, Madrid (Spanyol), dan Austria. APJATI juga menyiapkan kuota khusus perawat terampil ke Jerman.

Untuk menyokong kelancaran penempatan skala besar tersebut, Maria meminta percepatan operasionalisasi dan pencairan rekening bagi puluhan hingga ratusan PMI yang telah terdaftar di Bank NTB Syariah. Akses administrasi perbankan yang cepat dibutuhkan agar para pekerja migran dapat berangkat tepat waktu tanpa terkendala urusan teknis finansial di daerah.

Pihaknya juga mendorong lembaga perbankan daerah lebih fleksibel dalam menyediakan pembiayaan penempatan (KUR) untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lokal di luar negeri. Dengan demikian, akses kerja tidak hanya bergantung pada sektor yang berprinsip zero recruitment cost.

Reporter: Redaksi