TALIWANG — Kedatangan Angelina Sondakh ke Sumbawa Barat menjadi pengalaman berkesan bagi perempuan yang akrab disapa Anjie ini. Ia mengaku merasa diterima dengan baik oleh warga setempat selama menghadiri Safari Dakwah yang digelar GOW KSB. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kali baginya ke daerah berjuluk Pariri Lema Bariri itu.
Di hadapan ratusan peserta, Angelina menilai keramahan masyarakat KSB menjadi bagian dari karakter warga yang mampu memberi rasa nyaman kepada tamu. Ia menyebut pengalaman itu sejalan dengan semangat semboyan "KSB Maju Luar Biasa".
Bagaimana Angelina Sondakh Menilai Karakter Warga Sumbawa Barat?
Angelina menyampaikan penilaiannya soal watak orang Sumbawa yang dari luar tampak tegas dan berbicara keras, tetapi hatinya hangat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sikap masyarakat dalam membangun hubungan sosial.
"Saya merasa sangat diterima dan berterima kasih kepada masyarakat di sini. Orang Sumbawa itu dari luar mungkin kelihatan tegas dan berbicara keras, tetapi hatinya sangat luar biasa hangat dan tulus," kata Angelina.
Ia menilai kehangatan tersebut menjadi bagian dari karakter masyarakat yang mampu memberikan rasa nyaman kepada tamu yang datang. Bagi Angelina, penerimaan warga KSB menjadi salah satu hal yang paling membekas dari kunjungan perdananya itu.
Al-Qur'an sebagai Sumber Kekuatan Hadapi Ujian Hidup
Sesuai tema acara, Angelina banyak berbagi pengalaman spiritualnya mengenai peran Al-Qur'an dalam perjalanan hidupnya. Ia menyampaikan bahwa membaca, menghafal, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Ia menekankan pentingnya keikhlasan dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menjalani setiap persoalan. Kedekatan dengan Al-Qur'an dinilainya dapat membantu seseorang menjaga ketenangan batin sekaligus memperkuat keyakinan dalam menghadapi berbagai kondisi.
Wabup Hanipah: Ibu adalah Madrasah Pertama bagi Anak
Wakil Bupati KSB Hj. Hanipah menyatakan kegiatan GOW ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat. Ia menyebut gerakan Tuntas Baca Al-Qur'an (TBA) telah berjalan selama belasan tahun dan melibatkan belasan ribu anggota hingga pelosok desa.
Hanipah menegaskan perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter keluarga karena ibu merupakan madrasah pertama bagi anak.
"Karena itu, nilai-nilai Al-Qur'an diharapkan tidak hanya dipelajari, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu adalah salah satu tugas ibu-ibu sebagai madrasah terdekat dalam keluarga," cetus Wabup yang juga menjabat ketua GOW KSB ini.