MATARAM — Program pemberdayaan yang digelar mahasiswa PPG PGSD UMMAT menyasar dua kelompok sekaligus: ibu rumah tangga dan anak-anak di Desa Lelede, Banyumulek. Pada sesi pertama, 6 September 2026, 13 ibu rumah tangga dilatih mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci piring dan lilin aromaterapi.

Pelatihan itu memperkenalkan alternatif pemanfaatan minyak goreng bekas yang selama ini berpotensi menjadi limbah rumah tangga. Warga diajak melihat bahwa bahan yang sudah tidak terpakai masih bisa diubah menjadi produk bernilai guna.

Apa Saja Produk yang Dihasilkan dari Limbah Rumah Tangga?

Dari tiga pertemuan tersebut, mahasiswa PPG UMMAT menghasilkan sejumlah produk dan media edukasi. Daftarnya meliputi sabun cuci piring, lilin aromaterapi, pot tanaman dari botol plastik bekas, cerita bergambar bertema 3R, serta permainan ular tangga numerasi berbahan barang bekas.

Produk-produk itu tidak hanya berhenti sebagai hasil praktik, tetapi juga dirancang agar bisa diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi 3R untuk 13 Anak Lewat Cerita Bergambar

Rangkaian kedua berlangsung 13 September 2026 dengan sasaran 13 anak. Mahasiswa memperkenalkan konsep 3R — Reduce, Reuse, Recycle — melalui kegiatan membaca cerita bergambar bertema lingkungan.

Setelah membaca, anak-anak diajak mempraktikkan pemanfaatan botol plastik bekas menjadi pot tanaman. Kegiatan membaca yang dipadukan dengan praktik menanam ini dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan barang bekas.

Belajar Berhitung Pakai Ular Tangga dari Barang Bekas

Pada 20 September 2026, mahasiswa menghadirkan permainan ular tangga numerasi yang dibuat dari barang bekas. Media itu dipakai sebagai sarana belajar berhitung sekaligus memperkenalkan bahwa limbah dapat diolah menjadi alat pembelajaran yang menarik.

Pemanfaatan barang bekas sebagai media numerasi memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif tidak selalu membutuhkan bahan atau perlengkapan baru.

Kolaborasi dengan Perade Dese Menghubungkan Mahasiswa dan Warga

Kolaborasi bersama Perade Dese (Persatuan Teruna Dedare Lelede Dese) menjadi bagian penting dalam menghubungkan kegiatan mahasiswa dengan masyarakat setempat. Pendekatan yang melibatkan ibu rumah tangga dan anak-anak diharapkan memperkenalkan praktik pemanfaatan limbah yang bisa diterapkan sehari-hari.

Melalui Projek Kepemimpinan ini, mahasiswa PPG UMMAT menunjukkan peran calon pendidik yang tidak hanya berkontribusi dalam pembelajaran di sekolah, tetapi turut menghadirkan kegiatan edukatif dan pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Reporter: Redaksi