LOBAR — Kesenian budaya yang rutin ditampilkan dalam Senggigi Sunset Show (SSS) kembali memikat wisatawan mancanegara dan domestik. Edisi khusus menyambut event MotoGP kali ini menempatkan atraksi Peresean sebagai sajian pembuka yang paling ditunggu. Penonton yang hadir didominasi wisatawan penonton MotoGP dan tamu penginapan di kawasan Senggigi.

Peresean Paguyuban Pasek Dese Pukau Wisatawan Mancanegara

Atraksi Peresean yang dibawakan Paguyuban Pasek Dese dari Lembar Selatan membuat kagum penonton. Beberapa wisatawan mancanegara diberikan kesempatan merasakan langsung menjadi petarung. Momen itu menjadi pengalaman pertama bagi sebagian tamu asing yang baru pertama kali menginjak Lombok.

"Saya rasa ini acara yang bagus, sangat menyenangkan dengan orang-orang yang ramah dan suasana yang nyaman. Jadi, saya rekomendasikan sekali untuk datang ke acara ini. Ini pertama kali saya ke Lombok, setelah melihat semuanya, saya pastikan akan balik lagi tahun depan," ungkap Federico, wisatawan asal Italia.

Tari Gandrung hingga Blackrose Band Meriahkan Panggung

Panggung hiburan juga diisi Tari Gandrung dan Tari Dara Kendi dari Sanggar Tari Dara Jingga. Tari Sekar Jagat dibawakan Dusun Tanak Embet, disusul penampilan Rizka CFN Idol. Hiburan musik dari Blackrose Band menutup rangkaian acara malam Minggu tersebut.

Berbagai kuliner khas dari UMKM lokal dan hotel kawasan Senggigi menambah suasana keramaian. Kehadiran pelaku usaha kecil di arena SSS menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Disparekraf Lobar Promosikan Budaya di Bandara BIZAM

Kepala Disparekraf Lobar Agus Gunawan menyebut momen MotoGP dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya pariwisata Lombok Barat. Beberapa kesenian dan hasil kerajinan daerah dipertunjukkan di ruang keberangkatan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Atraksi Genggong Gelangsar dan kerajinan gerabah khas Banyumulek menjadi sajian yang memukau wisatawan mancanegara yang tiba, berangkat, maupun singgah. Pertunjukan di pintu masuk penerbangan itu melengkapi promosi budaya yang digelar rutin di kawasan destinasi.

"Pemkab Lobar sangat berkomitmen menampilkan seni budaya dalam berbagai event yang diadakan. Peningkatan perekonomian UMKM menjadi perhatian pemda di bidang ekonomi kreatif," pungkasnya.

Disparekraf Optimistis Senggigi Makin Dikenal Internasional

Melalui paduan promosi budaya di pintu masuk penerbangan dan event mingguan di kawasan destinasi, Disparekraf optimistis pariwisata Senggigi dan Lombok Barat semakin dikenal luas di kancah internasional. Inovasi pertunjukan terus dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lombok Barat untuk memberikan hiburan berkualitas bagi tamu wisatawan.

Reporter: Redaksi