Breaking

IFG dan Jamkrindo Gelar Ruang Resonansi di Bandung, UMKM Ekonomi Kreatif Jadi Fokus

RE
Senin, 28 September 2026
IFG dan Jamkrindo Gelar Ruang Resonansi di Bandung, UMKM Ekonomi Kreatif Jadi Fokus

BANDUNG — Ruang Resonansi IFG Group 2026 menjadi ajang bagi IFG dan Jamkrindo memperkuat kolaborasi mendorong pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif. Kegiatan berlangsung di Gedung IFG Life Asia Afrika, Bandung, Sabtu (26/9/2026), dengan tema "Menghidupkan Budaya untuk Melahirkan Karya".

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum. menilai tema tersebut mengajak masyarakat memandang warisan bangsa sebagai sumber gagasan yang dapat terus dikembangkan di masa kini. Menurutnya, di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas.

Apresiasi untuk Ruang bagi UMKM

Asep menyampaikan apresiasi atas penyediaan ruang bagi UMKM dalam kegiatan itu. Ia menekankan bahwa ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi.

"Saya mengapresiasi ruang bagi UMKM dalam kegiatan ini. Di balik sebuah produk terdapat kerja dan pengetahuan keluarga serta komunitas. Ketika masyarakat mengenal pembuatnya dan menghargai kualitasnya, pelestarian budaya ikut memberi manfaat ekonomi," ujar Asep dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan tiga pesan penting bagi generasi muda. Pertama, mengenali akar budaya sebagai sumber identitas dan inspirasi berkarya. Kedua, memastikan kebebasan berkarya berjalan bersama tanggung jawab dengan tetap menghargai karya dan pelaku budaya. Ketiga, membangun kolaborasi antara seniman, komunitas, UMKM, dunia usaha, dan generasi muda.

Asep mengajak IFG Group, Jamkrindo, dan seluruh mitra terus membuka akses bagi masyarakat agar dapat mengenal bangunan bersejarah sekaligus memberikan kesempatan nyata kepada talenta dan pelaku UMKM lokal.

"Warisan budaya akan terus hidup melalui perhatian dan tindakan kita. Mari jadikan Ruang Resonansi sebagai tempat untuk mendengar cerita, membangun kerja sama, dan melahirkan karya yang berakar pada identitas bangsa," kata Asep.

Dukungan Kementerian UMKM dan OJK

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar semakin mampu mengembangkan usaha serta meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Arieck Priyatna menilai kegiatan tersebut turut berperan dalam memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM. Penguatan literasi keuangan dinilai penting agar UMKM semakin memahami pengelolaan keuangan, akses pembiayaan, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat untuk mendukung keberlanjutan usaha.

Budaya sebagai Sumber Inspirasi Ekonomi Kreatif

Direktur SDM dan Hukum IFG Rizal Ariansyah mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif karena dapat menjadi sumber inspirasi yang melahirkan berbagai karya dan peluang usaha.

"Budaya bukan hanya warisan yang perlu kita jaga, tetapi juga sumber inspirasi yang dapat melahirkan kreativitas dan membuka peluang ekonomi. Karena itu, melalui Ruang Resonansi, IFG ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan pemberdayaan UMKM sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Rizal.

Menurut Rizal, kolaborasi dalam ekosistem IFG menjadi penting untuk memastikan potensi ekonomi yang lahir dari kekayaan budaya dapat terus berkembang. Dukungan terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem agar pelaku usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

"Ketika budaya mampu diterjemahkan menjadi karya dan produk bernilai ekonomi, maka kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh. Di sinilah pentingnya sinergi antar-entitas dalam ekosistem IFG," ujarnya.

Peran Jamkrindo Perluas Akses Pembiayaan UMKM

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan budaya dan UMKM memiliki hubungan yang erat. Banyak kekayaan budaya Indonesia yang terus hidup melalui aktivitas para pelaku UMKM, mulai dari kerajinan, kuliner, seni, musik hingga berbagai produk kreatif lokal.

"Budaya dapat menjadi sumber inspirasi, kreativitas, dan pertumbuhan bagi UMKM. Karena itu, pelestarian budaya dan pengembangan UMKM seharusnya berjalan bersama," ujar Abdul Bari.

Abdul Bari mengatakan, Jamkrindo mengambil peran dalam ekosistem tersebut melalui bisnis penjaminan dengan membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya.

"Sebagai perusahaan penjaminan, kami berkomitmen untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, termasuk pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif, seni, dan budaya. Penjaminan membuka kesempatan agar UMKM dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih luas," kata Abdul Bari.

Ia menilai sinergi dalam ekosistem IFG dapat memperkuat upaya tersebut sehingga UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membawa karya serta kekayaan budaya Indonesia ke ruang yang lebih luas.

Sumber: kabarberita.co.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua