Breaking

PLN Fasilitasi 30 Pelajar SMK Negeri 2 Kupang Ikuti Sertifikasi Kompetensi Pemasangan PLTS

RE
Kamis, 01 Oktober 2026
PLN Fasilitasi 30 Pelajar SMK Negeri 2 Kupang Ikuti Sertifikasi Kompetensi Pemasangan PLTS

KUPANG — Sebanyak 30 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kupang mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelaksana Madya Pembangunan dan Pemasangan PLTS yang difasilitasi PLN UPK Timor melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Seluruh peserta berasal dari Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Konsentrasi Keahlian TESHA.

Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia di bidang energi baru terbarukan. Pelaksanaannya melibatkan LSK APEI Provinsi NTT sebagai lembaga yang menguji kompetensi para peserta.

Mengapa Sertifikasi Ini Penting bagi Lulusan SMK Kupang

Kepala SMK Negeri 2 Kupang, Hebner Dakabesi, menilai sertifikasi tersebut menjadi nilai tambah bagi peserta didik ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

"Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru dan siswa. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi peserta didik ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja," ujar Hebner.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, menyebut peningkatan kompetensi generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan industri energi, termasuk transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih.

"Perkembangan energi baru terbarukan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang teruji dan diakui. Melalui program ini, kami ingin membantu mempersiapkan generasi muda NTT agar semakin siap mengambil bagian dalam perkembangan industri energi bersih," ujar Sujana.

Lima Guru SMK Negeri 2 Kupang Lebih Dulu Ikut Pelatihan di Jakarta

Dukungan peningkatan kompetensi tidak hanya diberikan kepada siswa. Sebelumnya, lima guru SMK Negeri 2 Kupang mengikuti pelatihan dan sertifikasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), Jakarta, pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Manager PLN UPK Timor, Mukhammad Zia Ulhaq, berharap peningkatan kompetensi guru memberikan dampak berkelanjutan terhadap proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa.

"Kami optimistis kompetensi yang diperoleh para guru dapat diteruskan kepada siswa sehingga pengetahuan dan pengalaman yang didapat tidak berhenti pada kegiatan sertifikasi, tetapi memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah dan masyarakat," pungkas Zia.

Jalur Karier Lulusan TESHA di Sektor Energi Surya

Sertifikasi kompetensi pemasangan PLTS membuka peluang kerja yang lebih terukur bagi lulusan SMK, terutama di sektor energi surya yang terus berkembang di NTT. Kebutuhan tenaga teknis terampil di bidang pembangunan dan pemasangan PLTS diproyeksikan meningkat seiring masuknya proyek energi terbarukan ke wilayah tersebut.

PLN UPK Timor melalui program TJSL-nya menempatkan sertifikasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi sekolah dan masyarakat sekitar. Pengetahuan yang diperoleh guru dari pelatihan di Jakarta diharapkan mengalir ke siswa pada tahun-tahun berikutnya.

Sumber: radarlombok.co.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua