Komdigi Siapkan 250 Frekuensi dan 4 Mobile BTS untuk MotoGP Mandalika 2026, Antisipasi 200 Ribu Pengunjung
LOMBOK TENGAH — Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Meutya Hafid menegaskan layanan jaringan di kawasan Sirkuit Mandalika terus ditingkatkan jelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Penambahan lebih dari 250 frekuensi itu disebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang diminta pihak DORNA.
“Lebih dari 250 frekuensi yang kita sediakan sesuai kebutuhan yang diminta oleh pihak DORNA,” ujar Meutya usai meninjau persiapan di Sirkuit Mandalika bersama tim dari ITDC, Kamis (8/10/2026).
Antisipasi 200 Ribu Pengunjung di Area Sirkuit
Peningkatan frekuensi dinilai penting karena banyaknya pengguna jaringan, mulai dari tim pembalap hingga pengunjung yang akan memenuhi area sirkuit. Meutya memperkirakan lebih dari 200 ribu orang hadir selama gelaran berlangsung.
“Lebih dari 200 ribu orang nanti yang ada disini, tentu butuh penguatan frekuensi,” jelasnya.
Selain penonton di lokasi, siaran MotoGP Mandalika 2026 dipastikan menjangkau pemirsa mancanegara. Meutya menyebut acara ini akan disiarkan minimal di 100 TV mancanegara, sehingga penguatan frekuensi menjadi kebutuhan untuk kelancaran komunikasi dan penyiaran lintas negara.
“Acara ini akan live minimal di 100 TV Mancanegara, dan itu juga perlu penguatan frekuensi,” ucapnya.
Empat Mobile BTS dan Operator Seluler Dikerahkan
Komdigi tidak hanya menambah frekuensi. Meutya mengungkapkan empat mobile Base Transceiver Station (BTS) telah disiagakan untuk meningkatkan kapasitas jaringan selama event berlangsung.
“Kami ada empat mobile BTS yang kami siapkan serta operator seluler yang sudah kita panggil untuk masing-masing meningkatkan kapasitas mereka selama event motoGP ini berlangsung di Mandalika,” pungkasnya.
Operator seluler yang terlibat diminta menaikkan kapasitas jaringan masing-masing agar layanan tetap stabil saat lonjakan trafik terjadi.
Keselamatan Pembalap Jadi Prioritas Pemeriksaan
Kedatangan tim Komdigi ke Sirkuit Mandalika kali ini, menurut Meutya, bukan hanya memastikan persiapan komunikasi berjalan lancar. Tim juga memeriksa secara keseluruhan sarana pendukung komunikasi untuk penyelenggaraan event.
“Jadi itu yang kami periksa tadi, supaya kegiatan disini dapat tersiar dengan baik,” ungkapnya.
Sistem komunikasi yang bebas gangguan menjadi perhatian utama. Meutya menekankan komunikasi antara pembalap dan timnya tidak boleh terganggu, karena berkaitan langsung dengan keselamatan di lintasan.
“Dan yang terpenting race-nya tidak boleh terganggu dan tidak boleh tunda (delay), karena itu demi keselamatan dan komunikasi para rider dengan timnya,” ucapnya.
Mencegah Tabrakan Frekuensi Selama Balapan
Meutya menyebut tantangan di Mandalika bukan hanya soal pembalap mencapai garis finis. Jaringan dan komunikasi harus berjalan mulus sepanjang penyelenggaraan.
“Nanti yang lomba balapan bukan hanya motor tapi juga frekuensi supaya tidak ada tabrakan frekuensi itulah yang kami pastikan aman,” katanya.
Ia menambahkan event yang menjadi kebanggaan Indonesia ini harus terjaga marwahnya, termasuk memastikan siaran ke lebih dari 100 TV mancanegara berjalan tanpa gangguan. Penguatan frekuensi, penambahan mobile BTS, dan peningkatan kapasitas operator seluler menjadi satu paket persiapan komunikasi yang disiapkan Komdigi untuk MotoGP Mandalika 2026.