Rekor 118 Tahun: Pelabuhan Los Angeles Tembus 1,42 Juta TEU
NAVIGASI.CO.ID — Pelabuhan Los Angeles mencatat volume bongkar-muat 1,42 juta TEU pada September, tertinggi dalam 118 tahun sejarahnya dan terbesar yang pernah dicatat pelabuhan mana pun di Belahan Bumi Barat. Lonjakan ini didorong tarif yang lebih rendah, permintaan konsumen yang tetap kuat, serta pengalihan kargo dari rute Terusan Panama dan Suez yang tersendat.
Direktur Eksekutif Pelabuhan Los Angeles Gene Seroka menyampaikan capaian itu dalam sebuah pengarahan media. Ia menyebut permintaan konsumen yang tangguh dan pergeseran kargo dari rute yang terkendala sebagai pendorong utama.
Impor pada September mencapai 546.000 TEU bermuatan, naik 19% dibanding periode yang sama tahun lalu dan 26% di atas rata-rata lima tahun pelabuhan tersebut. Ekspor naik 10% menjadi 126.000 TEU bermuatan, sementara kontainer kosong mencapai rekor 371.000 TEU karena operator memindahkan peralatan kembali ke Asia.
Rekor Kuartal dan Proyeksi Oktober
Periode Juli hingga September menjadi kuartal terkuat pelabuhan dengan hampir 3 juta TEU. Sepanjang Juni hingga September, hampir 4 juta kontainer bergerak melalui pelabuhan itu.
Hingga September, volume 2026 tercatat mendekati 8,1 juta TEU, naik sekitar 3% dari periode yang sama tahun 2025. Seroka memperkirakan volume Oktober sekitar 900.000 TEU.
Ia menyebut gangguan jadwal akibat topan di Asia, penumpukan kargo sebelum libur nasional China, dan pengisian stok musim liburan sebagai alasan volume tetap tinggi.
Vietnam dan Thailand Naik, China Menurun
Dalam pengarahan tersebut, Seroka mengatakan Vietnam kini menjadi mitra dagang terbesar kedua pelabuhan setelah China. Thailand untuk pertama kalinya masuk lima besar mitra dagang pelabuhan itu.
Volume kargo asal Vietnam melalui Los Angeles berlipat empat dalam satu dekade terakhir. Pangsa China dalam bisnis pelabuhan turun dari 60% menjadi 40%.
Meski begitu, Seroka menilai diversifikasi berjalan lebih lambat dari yang diinginkan banyak importir. Profesor Harvard Business School Willy Shih, tamu dalam pengarahan itu, menyebut perusahaan kini semakin "mengoptimalkan opsi" ketimbang mengejar biaya terendah.
Shih menjelaskan pergeseran dari China sering kali hanya mencerminkan perubahan lokasi perakitan akhir, bukan pengurangan ketergantungan hulu. Vietnam dan Meksiko, katanya, masih sangat bergantung pada komponen China.
Membangun jaringan pemasok sebanding di Meksiko diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu dekade.
Tarif dan Rute Jadi Sumber Ketidakpastian
Seroka menyatakan tarif tetap menjadi sumber ketidakpastian utama. Importir, menurut dia, mengambil keputusan cepat berdasarkan biaya, permintaan, dan tenggat kebijakan.
Pesanan pembelian di Asia masih solid, tetapi November dan Desember sulit diprediksi. Operator pelayaran dan pengirim barang juga mengalihkan lebih banyak kargo ke Los Angeles dari rute Terusan Panama akibat kendala kekeringan dan biaya bahan bakar yang lebih tinggi terkait konflik Timur Tengah.
Seroka menilai transit yang lebih pendek dan cepat kini semakin bernilai. Dari sisi operasional, arus pelabuhan berjalan lancar dengan perputaran truk yang sehat dan kapal besar berputar dalam sekitar empat hari.
Ia menandai waktu tunggu kereta sebagai area yang perlu dipantau ketat saat pelabuhan mengalirkan kargo liburan ke wilayah pedalaman.