Breaking

4 Hotel Melati di Mataram Beralih Jadi Kos Elite, Pemkot Perketat Pendataan Penghuni

RE
Sabtu, 19 September 2026
4 Hotel Melati di Mataram Beralih Jadi Kos Elite, Pemkot Perketat Pendataan Penghuni

MATARAM — Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soeratie menyatakan pihaknya menerima cukup banyak informasi soal hotel melati yang berubah fungsi menjadi hunian kos. Perubahan itu diduga berkaitan langsung dengan tingkat hunian hotel kelas menengah ke bawah yang terus menurun.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan, Penagihan, dan Penyuluhan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram Achmad Amrin menyebut empat hotel melati resmi mengajukan surat pemberitahuan alih fungsi menjadi kos-kosan. Angka itu menjadi dasar bagi pemerintah kecamatan memperketat pengawasan di lapangan.

Mengapa Hotel Melati Kalah dari Kos Harian

Menurut Irfan, perubahan perilaku pasar dan menjamurnya hunian kos modern memberi tekanan besar pada pengelola hotel konvensional kelas bawah. Kos-kosan elite menawarkan tarif harian dengan fasilitas lebih lengkap dan bangunan yang relatif baru.

"Mereka kalah bersaing dengan keberadaan kos yang harganya justru lebih murah kalau harian, tetapi fasilitasnya lebih lengkap dan baru," ungkapnya, Jumat (18/9).

Persaingan itu diperparah oleh konsep sewa harian yang membuat konsumen berpindah. Harga yang relatif terjangkau ditambah fasilitas lebih lengkap membuat kos modern lebih diminati dibanding kamar hotel melati.

Pemetaan Penghuni untuk Antisipasi Gangguan Keamanan

Irfan menjelaskan, proses perubahan izin operasional dari hotel menjadi rumah kos dilakukan melalui mekanisme teknis di tingkat pemerintah daerah. Meski begitu, pemerintah kecamatan dan kelurahan meningkatkan pemantauan terhadap bangunan yang telah beralih fungsi.

Perubahan fungsi bangunan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Irfan menilai hal itu berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah permukiman warga.

"Keberadaan hotel maupun kos-kosan ini harus teridentifikasi dan terdata dengan baik. Ini penting untuk mengantisipasi potensi kegiatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat," katanya.

Apa yang Dipantau Pemerintah

Pihaknya menginstruksikan seluruh lurah dan kepala lingkungan (kaling) di wilayah Cakranegara untuk mendata kembali bangunan eks hotel yang kini beroperasi sebagai rumah kos. Pendataan dilakukan untuk memetakan aktivitas dan keberadaan para penghuni.

Irfan menyebut sejumlah potensi gangguan yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari indikasi tindakan asusila, penyalahgunaan narkoba, hingga tindak kejahatan seperti pencurian.

Data tingkat kunjungan hotel melati di wilayah Cakranegara sendiri belum dirinci per bangunan. Namun informasi yang dihimpun pemerintah kecamatan menunjukkan penurunan yang jauh dibanding kondisi sebelumnya.

"Informasi yang kami himpun, tingkat kunjungan hotel-hotel melati ini memang sudah jauh berkurang," ujarnya.

Pendataan ulang bangunan eks hotel ditargetkan menjangkau seluruh kelurahan di Kecamatan Cakranegara. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah menilai kelayakan operasional kos yang menempati bangunan bekas hotel.

Sumber: suarantb.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua